0
Puisi Tepis
Aku berdiri diatas tangisan mu
Aku hadir disaat kau merasakan arti sebuah kehancuran
Saat itu mungkin aku hanya menjadi sebuah layar
Hanya bisa melihat tanpa bisa mengulurkan tangan
Tapi kau tahu sebenarnya apa yang kurasakan?
Aku merasa jauh lebih hancur dibandingkan kau
Aku merasa aku hina
Diriku seakan berkata "buat apa aku dilahirkan"
Tak perlu tanyakan mengapa?
Karena ku tahu,
Kau tau jawabannya
Detik telah berlalu dalam kedipan mataku
Kini ku sadar tangan yang mulai terulur ini
Sudah kau tepis jauh
Saat itu aku sadar, itu memang pantas untukku
Kapan akan terulang lagi?
Waktu disaat aku bisa mengulurkan tanganku
Waktu disaat aku mencoba membendung air matamu
Dan waktu disaat aku benar-benar ada disampingmu
Ini hanya sebuah tulisan
Yang siapa saja bisa melihatnya
Tapi aku tahu
Kau tak mungkin melihatnya bahkan memandangnya
Mungkin kau tak pernah ingin tahu lagi
Bagaimana keadaanku?
Apa yang ku lakukan?
Tapi ingat lah satu hal
Aku tak akan pernah menyesal telah dilahirkan mengenalmu
Langganan:
Postingan (Atom)